Nasal Mucosa Reactivity Reduction in Persistent Allergic Rhinitis Patients through Allergen Control and Balanced Diet Intervention: A Case Report

Debora Jennyver Angeline, Dian Isti Angraini

Authors

  • Debora Jennyver Angeline Universitas Lampung
  • Dian Isti Angraini

Abstract

Rhinitis alergi merupakan masalah kesehatan di layanan primer dengan prevalensi nasional 12,4% yang berdampak signifikan pada kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence-based medicine dengan pendekatan patient-centered dan family-oriented dalam mereduksi reaktivitas mukosa hidung serta memperbaiki perilaku kesehatan pasien rhinitis alergi. Studi ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah, sedangkan data sekunder dari rekam medis. Analisis dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil mengidentifikasi Tn. J, 52 tahun, dengan keluhan bersin berulang, sekret hidung yang jernih, dan hidung tersumbat sejak satu tahun terakhir. Diagnosis Tn. J adalah rhinitis alergi persisten yang dipengaruhifaktor internal (riwayat atopi, salah persepsi) dan eksternal (paparan debu, kurangnya dukungan keluarga). Intervensi berupa edukasi imunonutrisi dan kontrol alergen melalui media poster. Pasca-intervensi, ditemukan perbaikan klinis dan perubahan perilaku yang signifikan. Manajemen holistik dan komprehensif sangat penting untuk pengendalian Rhinitis Alergi yang efektif di layanan primer.

Kata kunci: rhinitis alergi, kontrol alergen, diet seimbang, kedokteran keluarga

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-16

How to Cite

Jennyver Angeline, D., & Isti Angraini, D. (2026). Nasal Mucosa Reactivity Reduction in Persistent Allergic Rhinitis Patients through Allergen Control and Balanced Diet Intervention: A Case Report: Debora Jennyver Angeline, Dian Isti Angraini. Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan Dan Agromedicine, 13(1), 55–61. Retrieved from https://www.juke.kedokteran.unila.ac.id.103-3-46-85.cpanel.site/index.php/agro/article/view/3848