Bahaya Potensial, Analisis Risiko, dan Pengendalian Risiko pada Petani Karet dalam Perspektif Agro Public Health
Firnanda Firnanda, Audria Octa A.W.L, Bunga Ulama, Iis Nurohmah, Oktiana, Yulia Dwi Untari, Nurul Anisa Putri Harahap, Fitria Saftarina
DOI:
https://doi.org/10.23960/jka.v13i1.pp25-33
Abstract View: 0
Abstract
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang tinggi secara global. Petani karet sebagai pekerja sektor informal memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai bahaya kerja pada setiap tahapan kegiatannya, meliputi penyadapan, pengumpulan, dan pengolahan lateks. Penelitian ini bertujuan menganalisis bahaya potensial, risiko, serta pengendalian risiko pada aktivitas petani karet dalam perspektif agropublic health. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan penilaian risiko (risk assessment) berdasarkan standar ISO 31000. Identifikasi bahaya dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara pada seorang petani karet perempuan di Jl. Lingkar Sekojo, Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Analisis risiko menggunakan metode likelihood–severity dengan matriks risiko semi-kuantitatif skala 1–5, dan pengendalian risiko dievaluasi berdasarkan prinsip hierarchy of controls. Hasil identifikasi menemukan bahaya fisik, ergonomis, biologis, kimia, dan lingkungan pada ketiga tahapan kerja. Sebagian besar risiko berada pada kategori sedang hingga tinggi (skor 9–15), dengan faktor ergonomi sebagai penyumbang risiko tertinggi, terutama akibat aktivitas membungkuk, mengangkat beban berat, dan pekerjaan berulang. Pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi penggunaan APD, penerapan teknik kerja ergonomis, perbaikan lingkungan kerja, dan pengendalian administratif. Pendekatan manajemen risiko dalam perspektif agropublic health sangat penting untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja petani karet secara berkelanjutan.




